Waktu aku kecil, si bapa pernah ngomong hal yang berbau negatif dan pesimistis.
Dia bilang, gak mungkin bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang besar.
Bangsa ini akan selalu menjadi bangsa yang kecil, yang terseok-seok di antara bangsa lain di dunia. Bangsa ini gak pernah pede.
(Berat banget ya ceritanya?)
Aku tanya, kenapa kok bisa gitu?
Jawabannya sederhana.
Coba kita perhatikan penggunaan kata ganti orang pertama tunggal (aku, saya) dalam bahasa Indonesia, dibandingkan dengan bahasa Inggris ("I")
Pada awal kalimat, kata 'aku' atau 'saya' pasti menggunakan huruf kapital, sesuai dgn kaidah EYD.
Tapi kalo di tengah kalimat, maka si 'aku' atau 'saya' jadi huruf kecil kan?
Coba bandingkan dengan "I", mau di mana aja, di depan, tengah, atau belakang sekalipun, tetep aja "I" itu pake huruf kapital.
So, mau jadi apapun juga, bangsa lain (yg berbahasa Inggris -> barat?) akan tetap jadi kapital, bangsa yang besar.
Lain dgn bangsa kita. Kita besar kalo jadi pemimpin, kepala, direktur, apa pun itu yang gede2 deh. Tapi kalo udah jadi anggota, bawahan, pegawai biasa, kontan dia jadi orang "KECIL", gak pede, tidak berjiwa besar. Manifestasinya, tidak melakukan hal yang besar, tidak membuat kontribusi yang berarti bagi lingkungannya..
Mau bukti?
Lihat aja DIRI KITA!
1 komentar:
great!!
cukup membuka mata, meskipun menyedihkan..
Posting Komentar