Inilah chimenk
Mengadu, berkeluh kesah, berbagi..
Sabtu, 28 November 2009
Suara Keledai = SUARA KITA?
Ketika Allah menciptakan seluruh makhluk dan ruh ditiupkan ke dalam diri mereka, semuanya hidup. Kalimat pertama yang mereka ucapkan adalah memuji Allah Swt, bertasbih kepadaNya. Tapi ketika semua bertasbih, keledai tidak bertasbih. Dia diam saja. Suatu saat ketika seluruh binatang diam, keledai itu berteriak. Mengapa keledai itu? Ternyata keledai itu berteriak karena lapar. Jalaludin Rumi berkata, suara yang paling jelek di sisi Allah adalah orang yang hanya bersuara ketika perutnya lapar, atau hanya bersuara ketika membela kepentingan dirinya.
Saat ini, mungkin suara itu cukup sering kita dengar. Suara buruh yang melulu meminta kenaikan UMR; suara politisi yang hanya membela kepentingan partainya; suara pengacara bohong yang dengan lantang meyakinkan hakim bahwa kliennya tidak bersalah; suara pejabat yang sumringah gajinya dinaikan; suara caleg yang mengumbar janji-janji..
Sementara itu, ketika ada panggilan tuhan untuk shalat, gak pernah menjawabnya. Ketika ada bencana lumpur Lapindo melanda yang begitu besar dampaknya bagi masyarakat luas, gak ada demonstrasi besar yang mendukung nasib mereka.
Apakah suara itu (suara keledai), adalah suara kita?
(tulisan ini disadur dari salahsatu buku Jalaluddin Rakhmat)
Sabtu, 31 Oktober 2009
Manusia Memang Tidak Sempurna, BODOH!
"..maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan.." (QS 22:5)
Manusia memang diciptakan tidak ada yang identik, pasti ada perbedaannya. Tidak semuanya baik, tidak semuanya buruk, tidak semuanya cantik dan ganteng.
Semua itu memperlihatkan keanekaragaman individu yang hidup di dunia ini.
Manusia bukanlah setan atau iblis, yang pasti mereka semuanya sama-sama jahat, sama-sama berbuat buruk. Manusia juga bukanlah malaikat, yang semuanya sama-sama taat dan melambangkan kebaikan-kebaikan.
Tidak seperti binatang, manusia mempunyai akal, bukan sekedar otak dan sistem saraf dalam menerima berbagai sensasi yang berada di dunia luar, menkoordinasinya dan melakukan kegiatan motorik dalam menyikapinya. Manusia telah dikenalkan dengan hal yang benar atau salah, indah atau buruk, sopan dan kurang ajar, dan seterusnya.
Tidak seperti malaikat, manusia mempunyai nafsu. Adanya keinginan dalam melakukan sesuatu. Suatu hasrat yang menggerakkan seluruh tubuh dari individu ini dalam memenuhi keinginannya. Suatu ambisi yang sarat target-target dalam mencapai cita-citanya.
Manusia begitu lengkap. Dia bisa saja menjadi seperti tumbuhan yang hidup vegetatif. Dia bisa saja menjadi binatang yang hanya mementingkan isi perut dan nafsu birahinya saja. Dia bisa saja seperti malaikat, yang begitu arif dan taat, dan dengan afek datar menanggapi begitu dingin terhadap kehidupan duniawi. Dia bahkan bisa seperti iblis, yang begitu keji mencelakakan orang lain dalam berbuat kejahatan.
Uniknya, semua sifat-sifat ini bisa saja melekat pada satu diri individu.
Manusia begitu dinamis. Kadang seperti bayi, yang bisanya menangis bila kebutuhan dan keinginannya tidak terpenuhi. Kadang berbuat kekanak-kanakan yang selalu bermain-main dengan sesuatu yang mungkin berbahaya, ataupun mempermainkan sesuatu atau orang lain. Kadang seperti ABG yang pengin terlihat keren & gaya, padahal "pakaian" yang dikenakannya bukanlah miliknya yang suatu saat akan rusak, lapuk, berkarat dan gak akan dibawa mati. Kadang seperti orang dewasa yang serakah yang selalu "dihitung" dengan uang, begitu materialistis, tanpa disadari..
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS 55:13, dst)
Kadang seperti orang tua, yang haus kekuasaan, gila hormat, padahal dia bukan apa-apanya dibanding Penguasa langit dan bumi ini..
Manusia begitu dekat dengan dosa. Rasanya hampir setiap saat dosa itu begitu melekat padanya. Setiap hari, jam, menit, bahkan detik, kita selalu melakukan dosa. Disadari atau tidak. Celakanya lagi, kita begitu bangga akan dosa kita.
Dosa-dosa inilah yang menjerumuskan kita ke dalam suatu derajat terendah dari makhluk-makhluk yang ada. Dosalah yang membuat Adam as. terpisah dari Tuhannya, begitu pula dengan kita. Dosalah yang membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan jalan yang diridhoiNya.
Maka dari itu, tidak perlu bangga, apalagi sombong dan takabur menjadi manusia. Manusia memang tidak sempurna. Manusia selalu bergelimang dosa.
Manusia memang diciptakan untuk selalu berbuat kesalahan dan dosa, tidak seperti malaikat.
Apa yang membuat manusia menjadi sempurna adalah taubat. Setelah berbuat kesalahan, manusia akan menyadari kesalahan itu, dan bersungguh-sungguh meminta maaf dan bertaubat atas kesalahannya itu, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Itulah makna dari kesempurnaan yang telah Allah berikan pada manusia. Kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh tumbuhan, binatang, setan, iblis, bahkan malaikat sekalipun.
Kesempurnaan yang wajib disukuri oleh manusia yang memiliki struktur fisik yang sempurna, sehingga tulang manusia yang terkecil pun (katanya sih stapedius), mempunyai fungsi yang sangat vital bagi manusia. Yang menunjukkan betapa sempurnanya Pencipta kita, Pencipta makhluk sekalian alam beserta isinya.
"Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS 2:157)
Wallahu alam..
Rabu, 14 Januari 2009
Alhamdulillah..
Sedih and bete..
Februari 2008, aku coba mendaftar di Bag Anestesi FK Unpad buat penerimaan bln Juli 2008. Pengumumannya: TIDAK DITERIMA
Agustus 2008 aku coba mendafata di Bag Anestesi FK Unpad lagi. Hasilnya: DITERIMA
Mulai Maret 2009, aku bermetamorf lagi, jadi seorang kacung lagi..
Semoga berjalan lancar..
Amin..
Kamis, 20 November 2008
SAYA
Dia bilang, gak mungkin bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang besar.
Bangsa ini akan selalu menjadi bangsa yang kecil, yang terseok-seok di antara bangsa lain di dunia. Bangsa ini gak pernah pede.
(Berat banget ya ceritanya?)
Aku tanya, kenapa kok bisa gitu?
Jawabannya sederhana.
Coba kita perhatikan penggunaan kata ganti orang pertama tunggal (aku, saya) dalam bahasa Indonesia, dibandingkan dengan bahasa Inggris ("I")
Pada awal kalimat, kata 'aku' atau 'saya' pasti menggunakan huruf kapital, sesuai dgn kaidah EYD.
Tapi kalo di tengah kalimat, maka si 'aku' atau 'saya' jadi huruf kecil kan?
Coba bandingkan dengan "I", mau di mana aja, di depan, tengah, atau belakang sekalipun, tetep aja "I" itu pake huruf kapital.
So, mau jadi apapun juga, bangsa lain (yg berbahasa Inggris -> barat?) akan tetap jadi kapital, bangsa yang besar.
Lain dgn bangsa kita. Kita besar kalo jadi pemimpin, kepala, direktur, apa pun itu yang gede2 deh. Tapi kalo udah jadi anggota, bawahan, pegawai biasa, kontan dia jadi orang "KECIL", gak pede, tidak berjiwa besar. Manifestasinya, tidak melakukan hal yang besar, tidak membuat kontribusi yang berarti bagi lingkungannya..
Mau bukti?
Lihat aja DIRI KITA!
Motif orang Jujur
Lalu si bapa (bapakku) ngomong tentang motif orang berkata jujur.
Menurutnya, orang itu berkata jujur karena salah satu dari 3 motif ini:
1. Orang yang penakut
Dia takut kalau ketahuan mendapat hukuman yang berat, makanya 'terpaksa' dia jujur.
Bisa aja konsekuensi dari bohong itu tidak terlalu merugikan, tapi tetep aja, karena dasarnya orang itu orang yang penakut, dia gak berani bohong, dalam kata lain, 'terpaksa' jujur..
2. Orang yang polos
Terlalu vulgar kalo nyebut sebagai orang yang bodoh.
Dia bisa jadi gak tau, kenapa dia tidak berbohong. Dia juga gak tau konsekuensi kalo berkata bohong. Bahkan, mungkin aja, dia malah gak tau bahwa dia berkata jujur..
3. Orang yang beriman
Kalo dikatakan beriman, pasti jadinya positif kan?
Terlepas dari bakal ada siksa neraka yang mengancam, even dia gak ketahuan bohong, terlepas dari rasa bersalah jika dia berbohong, dia dgn berani mempunyai sikap untuk berkata jujur, untuk menjaga akhlak yang mulia.
So, kapan atuh kita jadi orang yang jujur?
e-book kedokteran lagi
Cukup banyak bukunya, diantaranya:
Anatomi:
- Netter Atlas of Human Anatomy
- Grays Anatomy
Anestesiologi:
- Irwin Rippe's Intensive Care Medicine 5ed
- Loeser Bonica's Management of Pain 3ed
- Miller Clinical Anesthesiology
- The ICU Book 2ed
- Current Critical Care Dx & Tx 2ed
- Hurford Clinical Anesthesia Procedures
- ICU Protocols
- Critical Care Medicine
- Critical Care FEN
- Crisis Management in Anaesthesia
- Ballantyne MGH Handbook of Pain Management 2ed
- Anesthesiology CCS Pub
- Anaesthesia of Obstetrics
- Anesthesia Medication Guide
- Anaesthesia Resident's Handbook
- Anaesthesia of Pregnant Patient
Emergency Medicine:
- WildernessMed 5e
- Oxford Handbook of Acute Medicine
- Schwartz Principles and Practice of Emergency Medicine 4ed
- Tintinalli Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide
- Fleisher Textbook of Pediatric Emergency Medicine 4ed
- Wolfson The Clinical Practice of EM 3ed
- Roberts and Hedges' Clinical Procedure in EM 3ed
- James Field Guide to Urgent and Ambulatory Care Procedures
- Pedi Phone Triage
- Gist of Emergency Medicine
- Current Emergency Dx & Tx 5ed
- Emergency Medicine
- Emergency Medicine Guide Map
- Common Simple Emergencies
Gastroenterology (6 buku)
Hematologi-Onkologi (27 buku)
Imunologi (5 buku)
Infectious Diseases (3 buku)
Neurologi (9 buku)
Obgyn (34 buku)
Ophthalmology (6 buku)
Ortopedi (3 buku)
Patologi (3 buku)
Pediatrics (11 buku)
Farmakologi (6 buku)
Pre-klinik : Anatomi, Fisiologi, Mikrobiologi, Patofisiologi (7 buku)
Psikiatri (7 buku)
Public Health (2 buku)
Radiologi (14 buku)
Rheumatology (7 buku)
Ilmu Bedah (28 buku)
Selamat mengunduh!!
Apakah kita bisa jadi iblis? (re-write from my friendster;s blog)
Aku jadi ingat, saat di Sukanagara, Kab. Cianjur, tahun 2003, baca kisah - yang tidak dpt dipertanggungjawabkan - yang ‘hampir’ sama. kisahnya kurang lebih:
…. kemudian Allah memerintahkan semua makhluk untuk bersujud kepada Adam. Semuanya bersujud, kecuali iblis (QS 7:11). Allah bertanya, apa yang menghalangi iblis laknatullah ini untuk bersujud pada Adam (QS 7:12) (QS 15:32).
Si iblis keparat ini menjawab, dia tidak mau bersujud kepada selain Allah. Hanya Allah lah tuhanku, tiada ilah melainkan Allah. Hanya kepada Allah dia menyembah, beribadah, dan memohon pertolongan.
Allah Maha Pengampun, tapi tidak untuk hal syirik. Dan tidaklah sekali-kali iblis melakukannya saat itu.
Allah murka, dan menghukum iblis ke neraka jahanam yang kekal…
cerita ini fiktif. Janganlah diceritakan kepada anak2 kita (HR Sahabat Lama Nabi)(yg ini juga kurang ajar)
tapi, coba kita renungkan saudara2.. Dengan alasan spt itu, betapa mulianya iblis, memperjuangkan keyakinannya untuk tetap menyembah Allah Yang Esa. Iblis tidak mau syirik.
Ada hadits (gak tau shahih apa dhaif - jangan2 gak ada hadits kayak gini): "Jika manusia diperbolehkan menyembah selain Allah, maka aku perintahkan kepada setiap istri untuk menyembah suaminya…"
So, betapa hal seperti itu (menyembah/bersujud kepada selain Allah) merupakan hal yang sangat-sangat krusial & harus disikapi dgn ekstra hati2.
Apalagi sekarang ini, tidak sedikit orang yang mungkin tidak sengaja, melakukan hal2 yang nyerempet2 dgn syirik itu.
tapi konsekuensinya? siapa yang mau dgn konsekuensinya?
Iblis tidak bodoh, tidak seperti kita (atau sebagian dari kita), yang kalo ada sesuatu konsekuensi yang sedikit merugikan bagi kita, maka akan kita hindari dgn bersikap (melakukan pengorbanan) yang lain - dalam cerita tadi mungkin bersujud, dalam kehidupan kita mungkin berpolitik.
Tapi iblis si keparat ini mau menanggung semua konsekuensi dan kerugian yang sangat-sangat besar: Hidup di tempat yang paling hina, menakutkan, dgn siksaan yg kekal?
Menjadi musuh semesta alam.
Hanya untuk maksud: menegakkan lafadz Laa ilaha ilallah..
So, Apakah kita bisa jadi iblis?