Kamis, 20 November 2008

SAYA

Waktu aku kecil, si bapa pernah ngomong hal yang berbau negatif dan pesimistis.
Dia bilang, gak mungkin bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang besar.
Bangsa ini akan selalu menjadi bangsa yang kecil, yang terseok-seok di antara bangsa lain di dunia. Bangsa ini gak pernah pede.
(Berat banget ya ceritanya?)
Aku tanya, kenapa kok bisa gitu?
Jawabannya sederhana.
Coba kita perhatikan penggunaan kata ganti orang pertama tunggal (aku, saya) dalam bahasa Indonesia, dibandingkan dengan bahasa Inggris ("I")
Pada awal kalimat, kata 'aku' atau 'saya' pasti menggunakan huruf kapital, sesuai dgn kaidah EYD.
Tapi kalo di tengah kalimat, maka si 'aku' atau 'saya' jadi huruf kecil kan?
Coba bandingkan dengan "I", mau di mana aja, di depan, tengah, atau belakang sekalipun, tetep aja "I" itu pake huruf kapital.
So, mau jadi apapun juga, bangsa lain (yg berbahasa Inggris -> barat?) akan tetap jadi kapital, bangsa yang besar.
Lain dgn bangsa kita. Kita besar kalo jadi pemimpin, kepala, direktur, apa pun itu yang gede2 deh. Tapi kalo udah jadi anggota, bawahan, pegawai biasa, kontan dia jadi orang "KECIL", gak pede, tidak berjiwa besar. Manifestasinya, tidak melakukan hal yang besar, tidak membuat kontribusi yang berarti bagi lingkungannya..
Mau bukti?
Lihat aja DIRI KITA!

Motif orang Jujur

Di jalan, di atas motor bebek karisma, saya dan bapakku sedang ngobrol dalam perjalanan Bandung - Banjaran.
Lalu si bapa (bapakku) ngomong tentang motif orang berkata jujur.
Menurutnya, orang itu berkata jujur karena salah satu dari 3 motif ini:
1. Orang yang penakut
Dia takut kalau ketahuan mendapat hukuman yang berat, makanya 'terpaksa' dia jujur.
Bisa aja konsekuensi dari bohong itu tidak terlalu merugikan, tapi tetep aja, karena dasarnya orang itu orang yang penakut, dia gak berani bohong, dalam kata lain, 'terpaksa' jujur..
2. Orang yang polos
Terlalu vulgar kalo nyebut sebagai orang yang bodoh.
Dia bisa jadi gak tau, kenapa dia tidak berbohong. Dia juga gak tau konsekuensi kalo berkata bohong. Bahkan, mungkin aja, dia malah gak tau bahwa dia berkata jujur..
3. Orang yang beriman
Kalo dikatakan beriman, pasti jadinya positif kan?
Terlepas dari bakal ada siksa neraka yang mengancam, even dia gak ketahuan bohong, terlepas dari rasa bersalah jika dia berbohong, dia dgn berani mempunyai sikap untuk berkata jujur, untuk menjaga akhlak yang mulia.
So, kapan atuh kita jadi orang yang jujur?

e-book kedokteran lagi

Bentuk data .pdb atau .prc untuk Palm atau dengan Program iSilo
Cukup banyak bukunya, diantaranya:
Anatomi:
- Netter Atlas of Human Anatomy
- Grays Anatomy
Anestesiologi:
- Irwin Rippe's Intensive Care Medicine 5ed
- Loeser Bonica's Management of Pain 3ed
- Miller Clinical Anesthesiology
- The ICU Book 2ed
- Current Critical Care Dx & Tx 2ed
- Hurford Clinical Anesthesia Procedures
- ICU Protocols
- Critical Care Medicine
- Critical Care FEN
- Crisis Management in Anaesthesia
- Ballantyne MGH Handbook of Pain Management 2ed
- Anesthesiology CCS Pub
- Anaesthesia of Obstetrics
- Anesthesia Medication Guide
- Anaesthesia Resident's Handbook
- Anaesthesia of Pregnant Patient
Emergency Medicine:
- WildernessMed 5e
- Oxford Handbook of Acute Medicine
- Schwartz Principles and Practice of Emergency Medicine 4ed
- Tintinalli Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide
- Fleisher Textbook of Pediatric Emergency Medicine 4ed
- Wolfson The Clinical Practice of EM 3ed
- Roberts and Hedges' Clinical Procedure in EM 3ed
- James Field Guide to Urgent and Ambulatory Care Procedures
- Pedi Phone Triage
- Gist of Emergency Medicine
- Current Emergency Dx & Tx 5ed
- Emergency Medicine
- Emergency Medicine Guide Map
- Common Simple Emergencies
Gastroenterology (6 buku)
Hematologi-Onkologi (27 buku)
Imunologi (5 buku)
Infectious Diseases (3 buku)
Neurologi (9 buku)
Obgyn (34 buku)
Ophthalmology (6 buku)
Ortopedi (3 buku)
Patologi (3 buku)
Pediatrics (11 buku)
Farmakologi (6 buku)
Pre-klinik : Anatomi, Fisiologi, Mikrobiologi, Patofisiologi (7 buku)
Psikiatri (7 buku)
Public Health (2 buku)
Radiologi (14 buku)
Rheumatology (7 buku)
Ilmu Bedah (28 buku)
Selamat mengunduh!!

Apakah kita bisa jadi iblis? (re-write from my friendster;s blog)

Tadi siang, pas jumat’an, sambil ngantuk2, ngedenger khotbah tentang iblis yg tdk mau sujud kepada Adam.

Aku jadi ingat, saat di Sukanagara, Kab. Cianjur, tahun 2003, baca kisah - yang tidak dpt dipertanggungjawabkan - yang ‘hampir’ sama. kisahnya kurang lebih:

…. kemudian Allah memerintahkan semua makhluk untuk bersujud kepada Adam. Semuanya bersujud, kecuali iblis (QS 7:11). Allah bertanya, apa yang menghalangi iblis laknatullah ini untuk bersujud pada Adam (QS 7:12) (QS 15:32).

Si iblis keparat ini menjawab, dia tidak mau bersujud kepada selain Allah. Hanya Allah lah tuhanku, tiada ilah melainkan Allah. Hanya kepada Allah dia menyembah, beribadah, dan memohon pertolongan.

Allah Maha Pengampun, tapi tidak untuk hal syirik. Dan tidaklah sekali-kali iblis melakukannya saat itu.

Allah murka, dan menghukum iblis ke neraka jahanam yang kekal…

cerita ini fiktif. Janganlah diceritakan kepada anak2 kita (HR Sahabat Lama Nabi)(yg ini juga kurang ajar)

tapi, coba kita renungkan saudara2.. Dengan alasan spt itu, betapa mulianya iblis, memperjuangkan keyakinannya untuk tetap menyembah Allah Yang Esa. Iblis tidak mau syirik.

Ada hadits (gak tau shahih apa dhaif - jangan2 gak ada hadits kayak gini): "Jika manusia diperbolehkan menyembah selain Allah, maka aku perintahkan kepada setiap istri untuk menyembah suaminya…"

So, betapa hal seperti itu (menyembah/bersujud kepada selain Allah) merupakan hal yang sangat-sangat krusial & harus disikapi dgn ekstra hati2.

Apalagi sekarang ini, tidak sedikit orang yang mungkin tidak sengaja, melakukan hal2 yang nyerempet2 dgn syirik itu.

tapi konsekuensinya? siapa yang mau dgn konsekuensinya?

Iblis tidak bodoh, tidak seperti kita (atau sebagian dari kita), yang kalo ada sesuatu konsekuensi yang sedikit merugikan bagi kita, maka akan kita hindari dgn bersikap (melakukan pengorbanan) yang lain - dalam cerita tadi mungkin bersujud, dalam kehidupan kita mungkin berpolitik.

Tapi iblis si keparat ini mau menanggung semua konsekuensi dan kerugian yang sangat-sangat besar: Hidup di tempat yang paling hina, menakutkan, dgn siksaan yg kekal?

Menjadi musuh semesta alam.

Hanya untuk maksud: menegakkan lafadz Laa ilaha ilallah..

So, Apakah kita bisa jadi iblis?

Minggu, 16 November 2008

e-book kedokteran

Buat Windows Mobile, ada e-book Skyscape sebagai referensi kedokteran yang lengkap.
Download trial semua e-book yang kamu mau - kecuali cochrane review - lalu aktifkan keygen, untuk membuka full text.
Keygen bisa di unduh di sini
Selamat mencoba..

Kamis, 04 September 2008

Definisi Sekolah

Sekolah itu penting..
Aku setuju sih..
Katanya juga, banyak orang (or anak) yang gak bisa sekolah, karena gak punya uang.
Ada juga yang putus sekolah, karena alasan yang sama.
Kurang dari 2 bulan yang lalu, aku sempat ikut screening anak2 dengan bibir sumbing di RCTI, program Jalinan Kasih, untuk wilayah Jabodetabek.
Mereka jelas miskin, makanya mereka datang buat dioperasi labioplasty & palatoplasty gratis.
Kebanyakan anak2 ini gak sekolah, dan alasan selain miskin adalah, mereka malu bibirnya sumbing..
Rada konyol memang, kalo lihat betapa pentingnya sekolah..

Sekolah memang mahal, terutama jika masuk PT.
Katanya, sekolah di PPDS Kandungan & Kebidanan bisa sampai 1M buat uang masuk..
mengerikan..
belum lagi 'uang makan' waktu jaga buat senior, bisa sampai 10juta tiap 2minggu..
Bagian lain juga bisa gak kalah mahalnya, meskipun katanya di UI gak minta banyak2..

Sekolah memang susah..
Untuk masuk sekolah saja, harus bersaing dgn banyak orang..
Contohnya aku ini, mau masuk bag Anest Unpad, yang keterima katanya gak nyampe 12 orang, tapi kandidat ada 33 orang. Itupun semester kemarin aku gagal masuk juga..
Belum lagi sekolahnya. Lingkungan yang masih feodal, menjunjung tinggi senioritas, susah untuk bergerak maju karena tertahan seniornya..

tapi bagaimanapun juga,
Sekolah memang wajib..
Dengan sekolah, kita bisa meningkatkan taraf hidup (amiin!), meskipun sering disalahartikan dengan sekolah orang bisa dapat kerja.
Gak ada hubungannya itu..
Sebagai dokter, yang telah belajar 19 tahun (mulai dari SD), aku lebih dihargai daripada orang lain lulusan SD, SMP, SMA, bahkan kadang2 S1 sekalipun..

akhirnya, menurutku,
hidup untuk sekolah, sekolah untuk hidup

Rabu, 03 September 2008

17 Agustus

Udah agak lama sebetulnya, tanggal 17 Agustus 2008, menjelang maghrib, di Uluwatu Bali.
menonton acara tari kecak di sana, sambil menikmati sunset. Pokoknya mirip novel cerita Mira W lah..
Cukup bayar 50ribu, kebagian tempat duduk theater terbuka, yang terbuat dari beton, tanpa bantalan, tidak pula dicat.
Mulai berdatangan penonton yang tampaknya dari berbagai negara. Bali masih jadi tempat wisata bagi turis mancanegara, bukan? Ada orang kulit putih, berbahasa Inggris kedengarannya. Orang Indonesia juga ada, sedikit tapinya. Yang mungkin lebih banyak orang berkulit kuning mata sipit berbahasa Jepang. Orang Jepang kali ya? Abis aku gak nanya juga sih..
Setelah hidup 31tahun, baru nonton tari kecak, yg memang tanpa alat musik, ada dramanya juga tentang Rama & Shinta.
Sepertinya semua yang hadir & nonton menikmati acara ini. Diselingi guyonan adik Rahwana (gak tau namanya siapa) yg coba bicara bhs inggris, tapi kagak bisa. Lucu juga..
Aku senang & puas mendapat hiburan seperti itu.
Aku sedih melihat fasilitas yang sangat kurang. Mgkn kalo dihitung, bisa lebih dari 500 orang yg nonton, & pertunjukan itu dilakukan tiap hari. Berapa duit yg bisa diraup dari pertunjukan itu?
tapi sayangnya fasilitas teater itu sangat minim. Meskipun bule-bule itu gak komplain sih.. Cuman malu aja..
But overall, aku bangga jadi bangsa Indonesia. Tari kecak itu, produk asli Indonesia, ditonton oleh banyak orang di dunia ini, meskipun belum tentu orang Indonesia pernah nonton. Orang2 bule dan Jepang (mungkin) itu begitu antusias, gak peduli mereka cuman duduk di lantai tembok tanpa alas, demi menonton tari kecak itu..
17 Agustus 2008
HUT RI ke-63
mulai aku bangga jadi bangsa Indonesia..