Sekolah itu penting..
Aku setuju sih..
Katanya juga, banyak orang (or anak) yang gak bisa sekolah, karena gak punya uang.
Ada juga yang putus sekolah, karena alasan yang sama.
Kurang dari 2 bulan yang lalu, aku sempat ikut screening anak2 dengan bibir sumbing di RCTI, program Jalinan Kasih, untuk wilayah Jabodetabek.
Mereka jelas miskin, makanya mereka datang buat dioperasi labioplasty & palatoplasty gratis.
Kebanyakan anak2 ini gak sekolah, dan alasan selain miskin adalah, mereka malu bibirnya sumbing..
Rada konyol memang, kalo lihat betapa pentingnya sekolah..
Sekolah memang mahal, terutama jika masuk PT.
Katanya, sekolah di PPDS Kandungan & Kebidanan bisa sampai 1M buat uang masuk..
mengerikan..
belum lagi 'uang makan' waktu jaga buat senior, bisa sampai 10juta tiap 2minggu..
Bagian lain juga bisa gak kalah mahalnya, meskipun katanya di UI gak minta banyak2..
Sekolah memang susah..
Untuk masuk sekolah saja, harus bersaing dgn banyak orang..
Contohnya aku ini, mau masuk bag Anest Unpad, yang keterima katanya gak nyampe 12 orang, tapi kandidat ada 33 orang. Itupun semester kemarin aku gagal masuk juga..
Belum lagi sekolahnya. Lingkungan yang masih feodal, menjunjung tinggi senioritas, susah untuk bergerak maju karena tertahan seniornya..
tapi bagaimanapun juga,
Sekolah memang wajib..
Dengan sekolah, kita bisa meningkatkan taraf hidup (amiin!), meskipun sering disalahartikan dengan sekolah orang bisa dapat kerja.
Gak ada hubungannya itu..
Sebagai dokter, yang telah belajar 19 tahun (mulai dari SD), aku lebih dihargai daripada orang lain lulusan SD, SMP, SMA, bahkan kadang2 S1 sekalipun..
akhirnya, menurutku,
hidup untuk sekolah, sekolah untuk hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar